Thursday, May 16, 2013

Eksplorasi geotermal untuk pembangkit listrik

Yogyakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjalin kerja sama bilateral dengan Selandia Baru dalam eksplorasi geotermal. Geotermal terbesar di dunia bersumber dari Indonesia. Namun sumber yang besar tersebut baru lima persen digunakan. Demikian diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, saat konferensi pers penutupan East Asia Meeting di Yogyakarta, Kamis (5/07).
Mendikbud mengatakan, Selandia Baru memiliki teknologi yang bagus di bidang geotermal. Kolaborasi kedua negara ini diharapkan akan mengoptimalkan geotermal sebagai pengganti sumber energi bahan bakar. "Jika telah dieksplor bisa menjadi sumber energi, jadi tidak diperlukan lagi bahan bakar," katanya.
Diakui Mendikbud, investasi awal untuk eksplorasi geotermal sangat besar. Namun, biaya investasi tersebut sebanding dengan nilai yang diperoleh jika penelitian dan eksplorasi geotermal ini berhasil. "Biaya investasinya sangat besar, tapi nanti untuk operasionalnya akan jauh lebih hemat. Karena tidak lagi menggunakan bahan bakar," terangnya.
Untuk melakukan kerja sama ini, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) diberi amanat untuk melakukan penelitian. Kerja sama Indonesia dan Selandia Baru ini sudah mulai dijalankan. "Tadi pagi, Saya bersama Rektor ITB dan ITS sudah melakukan pembicaraan bilateral dengan pemerintah Selandia Baru," katanya. (AR)

Artikel Terkait

Eksplorasi geotermal untuk pembangkit listrik
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email